Model Sekolah Menengah Atas Unggul Terintegrasi yang Dikembangkan oleh Tim Riset Dosen Administrasi Pendidikan

Tim riset dosen dari Departemen Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, yang terdiri atas Setya Raharja, Cepi Safruddin Abd Jabar, Tina Rahmawati, dan Sukirjo, melaksanakan penelitian berjudul “Model Sekolah Menengah Atas Unggul Terintegrasi”. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna, kesiapan implementasi, serta nilai keunggulan sekolah menengah atas di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Kulon Progo.

Penelitian ini berupaya mengungkap pandangan para pemangku kepentingan sekolah terhadap konsep keunggulan terintegrasi, memahami bagaimana mereka memaknai karakteristik sekolah unggul, serta mengeksplorasi sejauh mana kesiapan sekolah dalam menerapkan model tersebut. Studi ini melibatkan seluruh 17 SMA di Kabupaten Kulon Progo, serta Balai Pendidikan Menengah (Balai Dikmen) setempat. Subjek penelitian mencakup unsur pimpinan Balai, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, komite sekolah, dan siswa.

Hasil penelitian menghasilkan tiga temuan utama.
Pertama, sekolah menengah unggul terintegrasi dipahami oleh warga sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menggabungkan pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan penguasaan keterampilan abad ke-21 secara holistik dan kontekstual. Model ini memiliki fleksibilitas tinggi, memungkinkan diferensiasi berdasarkan potensi lokal dan karakteristik sekolah.

Kedua, manfaat model ini dirasakan oleh seluruh aktor pendidikan. Siswa memperoleh lingkungan belajar yang aman, inspiratif, dan berorientasi masa depan; guru serta tenaga kependidikan terdorong untuk berinovasi dan berkolaborasi; orang tua merasa lebih terlibat dan menyaksikan kemandirian anak berkembang; kepala sekolah mampu mengembangkan visi strategis dan mendokumentasikan praktik baik; sementara Balai Dikmen menilai praktik diferensiasi ini sebagai dasar yang kuat untuk replikasi sistemik di wilayah lain.

Ketiga, kesiapan sekolah dalam menerapkan model unggul terintegrasi tercermin melalui berbagai praktik baik yang telah berjalan, seperti pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), program pelatihan vokasional, kemitraan aktif dengan orang tua, serta dokumentasi model sekolah unggulan. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan, terutama dalam integrasi sistem informasi dan pemerataan mutu pendidikan. Aspek-aspek tersebut memerlukan pembinaan berkelanjutan serta dukungan kebijakan yang adaptif agar pengembangan model ini dapat berjalan secara berkesinambungan.

Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan landasan konseptual dan empiris bagi pengembangan model Sekolah Menengah Atas Unggul Terintegrasi yang tidak hanya menekankan keunggulan akademik, tetapi juga membangun karakter, keterampilan, dan kemandirian sekolah secara menyeluruh.