Departemen S3 Administrasi Pendidikan FIP UNY Dorong Budaya Kolaboratif melalui Supervisi Klinis Humanis bagi Kepala Sekolah di Kabupaten Pacitan

Departemen S3 Administrasi Pendidikan FIP UNY Dorong Budaya Kolaboratif melalui Supervisi Klinis Humanis bagi Kepala Sekolah di Kabupaten Pacitan

Pacitan – Departemen S3 Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pelatihan bertajuk "Membangun Budaya Kolaboratif di Sekolah melalui Supervisi Klinis yang Humanis dan Berbasis Data di Kabupaten Pacitan." Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (2/7/2026) di Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan dengan sasaran kepala sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pacitan.

Kegiatan PkM diketuai oleh Dr. Cepi Safruddin Abdul Jabar, M.Pd. dengan anggota tim Aris Suharyadi, M.Pd., Dwi Esti Andriani, M.Pd., M.Ed.St., Ed.D., dan Dr. Deny Setiawan Wayoi, M.Pd. Adapun materi disampaikan oleh Dr. Heri Supriyana, M.Pd., yang membahas strategi pelaksanaan supervisi klinis sebagai pendekatan pembinaan profesional yang humanis, reflektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Dr. Heri Supriyana menjelaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin pembelajaran yang bertanggung jawab menciptakan budaya kerja kolaboratif di lingkungan sekolah. Supervisi klinis tidak lagi dipahami sebagai kegiatan yang berorientasi pada penilaian semata, melainkan sebagai proses pendampingan profesional yang mengedepankan komunikasi terbuka, refleksi bersama, dan pemberian umpan balik yang konstruktif untuk mendukung pengembangan kompetensi guru.

Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya pemanfaatan data dalam proses supervisi. Berbagai data hasil observasi pembelajaran, refleksi guru, capaian peserta didik, maupun evaluasi program sekolah dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menyusun tindak lanjut yang lebih objektif dan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Melalui pendekatan berbasis data, kepala sekolah diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta membangun budaya perbaikan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Dr. Cepi Safruddin Abdul Jabar, M.Pd. menegaskan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh budaya kolaboratif yang dibangun melalui kepemimpinan kepala sekolah.

"Kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan kerja yang saling mendukung dan berorientasi pada pembelajaran. Supervisi klinis yang dilaksanakan secara humanis dan berbasis data diharapkan mampu memperkuat budaya refleksi, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan di setiap sekolah."

Sementara itu, Dr. Heri Supriyana, M.Pd. menyampaikan bahwa supervisi yang efektif merupakan proses pembinaan profesional yang memberikan ruang bagi guru untuk berkembang, bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi.

"Ketika kepala sekolah melaksanakan supervisi sebagai proses pendampingan yang dialogis dan didukung oleh data yang valid, guru akan lebih terbuka untuk melakukan refleksi dan meningkatkan kualitas pembelajarannya. Dari sinilah budaya kolaboratif dapat tumbuh secara alami di lingkungan sekolah."

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan berbagi pengalaman antarpeserta mengenai praktik supervisi yang telah diterapkan di sekolah masing-masing. Kepala sekolah juga mendiskusikan berbagai tantangan dalam membangun budaya kolaboratif, mulai dari penguatan komunikasi dengan guru, pemanfaatan hasil supervisi sebagai dasar pengambilan keputusan, hingga strategi menciptakan komunitas belajar profesional di sekolah.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi mengenai berbagai pengalaman implementasi supervisi akademik di lapangan. Forum ini menjadi ruang bagi para kepala sekolah untuk saling bertukar praktik baik sekaligus memperoleh wawasan baru mengenai supervisi klinis yang lebih adaptif terhadap kebutuhan guru dan perkembangan pendidikan saat ini.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Departemen Administrasi Pendidikan FIP UNY berharap para kepala sekolah SD dan SMP di Kabupaten Pacitan mampu mengimplementasikan pendekatan supervisi klinis yang humanis dan berbasis data sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan pembelajaran. Dengan demikian, sekolah diharapkan dapat membangun budaya kolaboratif yang mendukung peningkatan profesionalisme guru, memperkuat kualitas proses pembelajaran, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan di Kabupaten Pacitan.