Bahasa Indonesia
English
Departemen Administrasi Pendidikan FIP UNY Laksanakan FGD Penelitian Manajemen Mutu Budaya Sekolah Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Pacitan
Primary tabs

Pacitan – Tim peneliti Departemen Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari penelitian bertajuk "Manajemen Mutu Budaya Sekolah Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Kabupaten Pacitan, Jawa Timur." Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat (3/7/2026) di Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru Sekolah Dasar di Kabupaten Pacitan.
Penelitian ini diketuai oleh Dr. Drs. Setya Raharja, M.Pd. dengan anggota tim Dr. Priadi Surya, S.Pd., M.Pd., M.Phil., Dr. Drs. Sukirjo, M.Pd., dan Dr. Heri Supriyana, M.Pd. Melalui kegiatan FGD, tim peneliti menghimpun berbagai perspektif dan pengalaman praktis dari kepala sekolah serta guru mengenai pengelolaan budaya sekolah yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar.
Dalam pelaksanaannya, FGD mengangkat sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan implementasi budaya sekolah berbasis kearifan lokal. Diskusi difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu manajemen mutu budaya sekolah, integrasi kearifan lokal dalam proses pembelajaran, serta efektivitas budaya sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik-praktik yang telah diterapkan di sekolah dasar di Kabupaten Pacitan.
Pada aspek manajemen mutu budaya sekolah, peserta mendiskusikan berbagai strategi yang diterapkan sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi, dan mengevaluasi program budaya sekolah. Hasil diskusi menunjukkan bahwa penguatan budaya sekolah memerlukan keterlibatan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga komite sekolah. Selain itu, evaluasi secara berkala dan pembagian peran yang jelas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program budaya sekolah.
FGD juga membahas bagaimana nilai-nilai kearifan lokal diintegrasikan ke dalam kehidupan sekolah. Peserta mengemukakan bahwa nilai-nilai seperti gotong royong, religiusitas, kesederhanaan, serta unggah-ungguh perlu terus ditanamkan melalui pembiasaan, keteladanan, dan pendampingan yang konsisten. Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran dinilai tidak hanya memperkuat karakter peserta didik, tetapi juga membantu mereka mengenal dan menghargai budaya daerahnya di tengah perkembangan era digital.
Pada sesi diskusi mengenai efektivitas budaya sekolah, peserta menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun lingkungan belajar yang kondusif. Berbagai praktik baik yang telah diterapkan di sekolah, seperti pelibatan masyarakat dalam kegiatan berbasis budaya lokal, pengembangan kegiatan kontekstual, serta pemberian ruang bagi peserta didik untuk mengenal budaya daerah, dipandang mampu memperkuat karakter sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Ketua tim peneliti, Dr. Drs. Setya Raharja, M.Pd., menyampaikan bahwa penelitian ini bertujuan menggali praktik-praktik pengelolaan budaya sekolah yang berkembang di satuan pendidikan sebagai dasar untuk memahami bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan.
"Kearifan lokal merupakan identitas yang dimiliki setiap daerah dan memiliki potensi besar untuk memperkuat budaya sekolah. Melalui FGD ini, kami ingin memperoleh gambaran langsung dari para praktisi pendidikan mengenai strategi, tantangan, dan praktik baik yang telah diterapkan sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi pengembangan mutu sekolah di masa mendatang."
Suasana diskusi berlangsung aktif dan partisipatif. Para kepala sekolah dan guru berbagi pengalaman mengenai implementasi berbagai program budaya sekolah, tantangan dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik, serta strategi membangun sinergi dengan orang tua dan masyarakat. Beragam masukan yang disampaikan peserta menjadi data yang berharga bagi tim peneliti dalam memahami dinamika penerapan budaya sekolah berbasis kearifan lokal di lapangan.
Melalui kegiatan FGD ini, Departemen Administrasi Pendidikan FIP UNY menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan penelitian yang berangkat dari kebutuhan nyata satuan pendidikan. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian ilmiah mengenai manajemen pendidikan sekaligus memberikan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan budaya sekolah yang berakar pada kearifan lokal, sehingga mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar secara berkelanjutan di Kabupaten Pacitan maupun daerah lainnya.
AKREDITASI INTERNASIONAL

Sertifikat dapat diunduh disini.
AKREDITASI NASIONAL

Sertifikat dapat diunduh disini.
SISTEM INFORMASI
Kontak S3 MP FIP UNY
Program Studi S3 Manajemen Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta
Jl. Colombo No.1, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Website: https://s3mp.fip.uny.ac.id/
Email: s3mp@uny.ac.id
Instagram
Facebook
Youtube
Copyright © 2026,


